| 1 |
Latar Belakang dan Identifikasi Proyek |
4 |
Permasalahan, tujuan, ruang lingkup, dan manfaat proyek dijelaskan secara lengkap dan logis. |
| 2 |
Perencanaan Ruang Lingkup (Project Scope) |
4 |
Project Charter, Scope Statement, Deliverable, dan Work Breakdown Structure (WBS) lengkap dan konsisten. |
| 3 |
Perencanaan Jadwal Proyek |
3 |
Jadwal cukup lengkap, namun detail pada Gantt Chart/Network Diagram tidak disertakan. |
| 4 |
Perencanaan Biaya dan Sumber Daya |
3 |
Perencanaan cukup baik, tetapi estimasi biaya dan sumber daya tidak dijelaskan secara mendetail. |
| 5 |
Manajemen Risiko Proyek |
3 |
Risiko telah diidentifikasi, tetapi analisis risiko kurang mendalam dan strategi mitigasi tidak dijelaskan. |
| 6 |
Rencana Monitoring dan Pengendalian |
3 |
Monitoring cukup baik, tetapi mekanisme dan indikator keberhasilan tidak dijelaskan secara rinci. |
| 7 |
Kualitas Dokumen Project Management Plan |
4 |
Dokumen lengkap, sistematis, konsisten, dan mengikuti standar manajemen proyek. |
| 8 |
Analisis dan Rekomendasi |
4 |
Memberikan analisis terhadap potensi keberhasilan proyek dan rekomendasi yang logis. |