| 1 |
Latar Belakang dan Identifikasi Proyek |
3 |
Permasalahan dan tujuan proyek dijelaskan dengan cukup jelas, namun ruang lingkup dan manfaat proyek kurang terperinci. |
| 2 |
Perencanaan Ruang Lingkup (Project Scope) |
3 |
Sebagian besar dokumen seperti Project Charter dan Scope Statement tersedia, tetapi beberapa elemen penting dalam WBS belum lengkap. |
| 3 |
Perencanaan Jadwal Proyek |
2 |
Jadwal proyek disusun, tetapi kurang rinci dan tidak menggunakan Gantt Chart atau Network Diagram yang sesuai. |
| 4 |
Perencanaan Biaya dan Sumber Daya |
2 |
Estimasi biaya dan sumber daya disusun, tetapi masih terlalu sederhana dan tidak sistematis. |
| 5 |
Manajemen Risiko Proyek |
2 |
Risiko diidentifikasi, tetapi analisis risiko kurang mendalam dan tidak ada strategi mitigasi yang jelas. |
| 6 |
Rencana Monitoring dan Pengendalian |
3 |
Mekanisme monitoring disusun dengan baik, tetapi indikator keberhasilan dan pengendalian perubahan proyek masih sederhana. |
| 7 |
Kualitas Dokumen Project Management Plan |
3 |
Dokumen cukup lengkap dan sistematis, namun ada beberapa bagian yang kurang konsisten dengan standar manajemen proyek. |
| 8 |
Analisis dan Rekomendasi |
3 |
Analisis terhadap potensi keberhasilan proyek cukup baik, tetapi rekomendasi yang diberikan masih umum. |